Izinkan aku sedikit sinis dengan mengajukan pertanyaan: "Ada berapa banyak produk Made in Israel yang kau gunakan sehari-hari?"
Pribadi, aku tahu jawabannya: Zero. Nothing.
Sesadar-sadarnya aku mengecek negara produsen produk impor yang kupakai sehari-hari -- ataupun yang jarang aku pergunakan tapi aku beli -- sering mengacu pada satu negara: Cina. Atau Taiwan.
Beberapa barang mungkin diproduksi di Malaysia atau Thailand.
Bahkan bila dikumpulkan dalam beberapa tahun terakhir, produk impor yang kugunakan adalah berasal dari negara Cina, Taiwan, dan kawasan regional ASEAN.
Jadi, ketika ada demonstrasi besar-besaran pada hari Minggu kemaren dengan ajakan memboikot produk Israel, aku cuma tertawa.
Aku tidak tahu apakah kau yang membaca ini ikut serta dalam "kemeriahan pawai" tersebut tetapi yang aku tahu, impact dari aksi kalian itu tidaklah signifikan. Untuk mengatakan aksi kalian itu sia-sia, rasanya berlebihan (walau mungkin beberapa kalangan akan menjustifikasi penilaian alternatif seperti ini).
Yang cukup menggelitik, TAK ADA SEORANGPUN yang berani secara terang-terangan mengajak memboikot penggunaan produk barang atau jasa negara sekutu Israel yang terkuat: Amerika Serikat. Justru kebungkaman orang soal satu ini membuatku merasa miris.
Lalu aku melakukan tindakan yang logis, mengajukan pertanyaan mengapa: "Mengapa tidak ada seorang di antara ribuan orang berpawai yang mengajak untuk memboikot produk Amerika?" Disusul dengan tindak lanjut logikal, mencoba menjawab sendiri pertanyaan tadi.
"Mungkin kita gampang berteriak BOIKOT ISRAEL DAN PRODUKNYA tapi tidak BOIKOT ISRAEL DAN AMERIKA DAN PRODUKNYA karena... Kita dijajah oleh Amerika tapi tidak (secara eksplisit) oleh Israel."
Ajakan boikot yang satu itu TAK AKAN TERCETUS oleh penduduk Indonesia yang berpikiran waras karena jelas tidak ada seorang pun yang bisa konsekuen mengikuti boikot itu.
Jelas saja, sebagian besar (atau bahkan semua!) kalian yang membaca tulisanku ini MENGGUNAKAN PRODUK AMERIKA.
Membacanya melalui desktop atau laptop? Apa OS-nya? Microsoft Windows? MacOS? Itu produk Amerika.
Kalau mencari tugas atau apapun di internet pakai search engine Google? 100% hasil orang Amerika.
Punya iPod? iPhone? Produk Amerika.
Suka nongkrong di Starbucks, makan Burger King atau McDonalds? Itu SANGAT AMERIKA.
Kalau weekend sering konvoi pakai moge Harley-Davidson? Representasi jiwa kebebasan Amerika.
Nonton bioskop di Blitz atau jaringan 21? Paling juga film Holywood (yang juga Amerika).
Aku bisa menulis panjang sekali produk dan jasa dari Amerika apa saja yang kita gunakan di dalam negeri. Bahkan hidup kita di Indonesia tak bisa dilepaskan dari keterikatan dengan Amerika. Bisa dibilang, jiwa, semangat, dan budaya Amerika sudah berkelindan dengan kita di Indonesia.
Tapi hal yang sama akan sangat sulit dilakukan untuk Israel dan produk mereka karena bahkan setelah break dari menulis ini untuk berpikir keras tentang produk Israel, aku tetap tidak menemukan apapun yang bisa kusebutkan tentang produk Israel yang ada di Indonesia.
Itulah sebabnya mengapa pawai dan ajakan untuk memboikot produk Israel di Indonesia tidak ada dampaknya -- dan merupakan waste of creative energy! (Ups, kalimat berbahasa Inggris -- yang dipakai sebagai bahasa nasional Amerika Serikat.)
=====
P.S.: Tolong koreksi aku bila ada kesalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar