Mungkin ada cara lain yang lebih tepat untuk menyelamatkan generasi muda bangsa Indonesia. Dengan menuntut pemerintah daerah membuat perda yang mengatur (baca: membatasi) warnet dan pusat permainan online terasa seperti hal yang kurang pas untuk dilakukan.
Memang dengan niat baik tetapi dengan cara yang paling gampang yang dapat dipikirkan untuk dilakukan, hal ini terdengar sebagai sebuah upaya mundur. Bukankah paling tepat itu adalah orangtua dan lingkunganlah yang mendidik/mengajari anak-anak? Menyalahkan pihak sekolah yang membiarkan pemakaian handphone di sekolah dan pemerintah daerah yang tak mengatur keberadaan warnet atau pusat online games seperti tak mengakui peran diri sendiri dalam membesarkan anak.
Bila ada anak yang tak mau mendengarkan kata-kata orangtuanya, bukannya ada peran orangtua dan lingkungannya sendiri yang menyebabkan hal semacam ini sampai terjadi tanpa ada perbaikan?
Tampilkan postingan dengan label kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerja. Tampilkan semua postingan
Kamis, 09 September 2010
Kamis, 19 Februari 2009
Kapan Kita Memberikan Jasa Gratis?
Kusadur dari artikel When To Work for Nothing oleh Michele Goodman.
Kita memberikan jasa gratis bila:
Kita tak punya klien atau portfolio. Ambil proyek jangka pendek yang dapat selesai dalam beberapa hari. Bila lebih lama daripada itu, kemungkinan waktu kita akan tersita untuk menyelesaikan pekerjaan gratis padahal kita juga memiliki pekerjaan yang ada bayarannya.
Klien idaman kita cekak. Misalnya majalah indie yang hanya bisa membantu kita dengan eksposure atas karya-karya kita tetapi bisa membuka jalan ke pekerjaan yang ada bayarannya. Pastikan saja kalau kita (tetap) tidak membuang terlalu banyak waktu mengerjakan project yang hanya memberikan manfaat dalam bentuk eksposure.
Kita menyumbangkan waktu untuk tujuan mulia. Misalnya untuk kerja sosial. Walaupun begitu, usahakan bahwa kita tetap memiliki kontrak -- meskipun informal -- yang menyatakan dengan jelas apa yang bisa dan tak akan bisa kita lakukan, dan kapan.
* * *
Namun, bila kita ditawarkan pekerjaan dalam bentuk pembayaran sebagai berikut, sebaiknya kita tak ambil pekerjaan tersebut:
Kredit untuk hasil pekerjaanmu (dan tak ada dalam bentuk lainnya). Kredit yang ditawarkan dalam hal ini tentu saja hanyalah berupa pencantuman nama saja. Sebagai catatan: kecuali bila dibayar untuk suatu pekerjaan, tentu saja kita berhak atas kredit/pencantuman nama pada hasil pekerjaan tersebut.
Situs bidding pekerjaan. Tentu saja seperti proses bidding lainnya, akan condong ke pihak yang menawar paling rendah. Lebih baik investasikan waktu dan usaha pengembangan bisnis pada cara lama: mengenal para pemilik usaha dan profesional lainnya.
Dibayar sesuai spesifikasi. Adalah buruk bagi para freelancer untuk bekerja pada klien yang ingin kita membuat karya lebih dahulu sesuai spesifikasi yang mereka inginkan sebelum mereka memutuskan cukup puas untuk membayar. Hasil yang lebih sering didapat dari ini adalah bayaran yang jauh lebih rendah dari yang sepantasnya didapatkan.
"When you agree to work free, you reinforce people’s misguided ideas that the self-employed are independently wealthy hobbyist. Don’t degrade your profession by letting a cheap client take advantage of you."
Langganan:
Postingan (Atom)