Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2011

Kita Ribut Karena...

Sekarang banyak orang sibuk membicarakan seorang anggota DPR yang menonton video dewasa saat sidang paripurna. Orang itu tak sadar bahwa kegiatannya dapat diamati oleh wartawan di balkon dengan peralatan yang tepat!

Benar sekali kalau banyak orang yang tak suka karena ternyata anggota dewan yang terhormat tersebut berasal dari partai pendukung Undang-Undang Anti Pornografi yang sebenarnya banyak ditentang masyarakat (tentunya banyak juga yang mendukung). Kelakuannya seperti manifestasi keadaan sekarang ini, begitu banyak orang munafik yang menyalahkan dan meneriakkan dosa orang-orang tetapi ternyata melakukan hal yang sama atau setidaknya sepadan!

Menjadi masalah karena kentara sekali ada standar ganda dalam penegakan hukum dan perlakuan antara rakyat biasa, pesohor, maupun anggota dewan, eksekutif, dan penegak hukum! Memuakkan tetapi ini fakta yang terjadi. Ada begitu banyaknya orang yang merasa memiliki aib dan berusaha menutup-nutupinya dengan mengumbar aib atau kesalahan orang lain. Tindakan self-preservation yang tidak mempedulikan etika, keadilan, kesetaraan, maupun hak orang lain.

Rasanya heboh anggota dewan bokep ini tidak akan berlanjut sampai ke pengadilan meskipun jelas-jelas beliau melanggar Undang-Undang Anti Pornografi karena tentu saja yang berlaku adalah:
Peraturan berlaku untuk semua orang kecuali bagi pembuat peraturan tersebut.
Memuakkan? Memang!

Jumat, 24 Juli 2009

About Security Checking

Following the bombs at JW Marriott / Ritz Carlton on July 17th, 2009, there were increasing level of security checking everywhere, including and not limited to offices and all public places like shopping malls.

Some people, including me, think that these increasing checking is useless. Because they don't check thoroughly anyway. Instead of opening people's hand-carries but doesn't really check what are the contents inside, it's better for these places to equip themselves with an X-ray scanner, like the ones they have at the airports. If, the intention is really for security reason. I suspect this is only to show that hey, we security people do our work! We check people's bags, you know???

Anyway...
Enjoy this picture below, freshly taken at a place I won't disclose here.
If you can't see the funny thing about it, you're really hopeless.


Jumat, 26 Desember 2008

Pembobol Safe Deposit Box BII Diduga Orang Dalam

geez, this is REALLY interesting! apakah nanti akan ada versi sinetron atau film bioskopnya ya?

KOMPAS, 26 Desember 2008

Jakarta, Kompas - Pencuri perhiasan senilai Rp. 5,5 miliar dari Safe Deposit Box Bank Internasional Indonesia Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, diduga orang dalam yang paham pola pengamanan dan tahu seluk-beluk penyimpanan benda berharga di bank tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat Komisaris Suwondo Nainggolan yang ditemui Kamis (25/12) menjelaskan, pelaku mampu membobol Safe Deposit Box dengan kunci ganda yang hanya dimiliki nasabah dan staf bank bersangkutan.
.
.
.
Namun, ditanya lebih lanjut, Nainggolan belum memastikan apakah yang dimaksud orang dalam adalah pegawai bank atau orang tertentu yang mengenal korban. Yang jelas, Nainggolan menambahkan, pencurian tersebut sangat terorganisasi dan sudah dirancang dengan seksama sehingga berlangsung mulus.

Perampokan itu diketahui staf Bank BII, Jumat (19/12). Peristiwa tersebut dilaporkan ke Polres Jakarta Pusat sehari kemudian.

Terakhir kali Ivone [penyewa box] membuka Safe Deposit Box berisi perhiasan pada tanggal 10 November 2008. Ketika itu seluruh perhiasan masih utuh dan tidak ditemukan kejanggalan. (ONG)

=============

Note from me:
Wow, aroma konspirasinya ada: Butuh dua kunci untuk membuka box, satu dipegang bank dan satu lagi dipegang nasabah.
Keanehannya ada: Setelah ketahuan perhiasan hilang, baru lapor ke polisi keesokan harinya. Kenapa?
Pengabaiannya standar keamanannya ada: Memangnya tidak ada catatan siapa yang mengakses ruangan? Bagaimana dengan rekaman kamera keamanan, apakah tidak ada juga?

Bagaimana kalau dibikin film oleh Miles Film dengan mengangkat tema humanis (pelaku membobol demi untuk mendapatkan uang demi kelangsungan sebuah yayasan pendidikan dan sekolah di sebuah pulau kecil); atau disutradarai Upi dengan menekankan pada aksi anak muda yang punya semangat pemberontakan (anak pemilik perhiasan membobol untuk bisa foya-foya lalu akhirnya menyesal karena temannya mati O.D.); or that Pagayo dude yang menjadikan peristiwa pencurian ini sebagai tindakan arwah balas dendam atau orang yang ngepet?

Whahahahaha.....

Salam canda!