Rabu, 07 Januari 2009

Cerita Hari Ini

Kadang kita menjadi saksi dari suatu peristiwa yang kebetulan kita sempat merekamnya baik dalam video maupun dalam rangkaian foto.

Bila kita beruntung, video yang kita ambil bisa menjelaskan rangkaian peristiwa, mulai sebab hingga akibatnya. Berbeda dengan video, kita butuh penyertaan semacam narasi yang lebih gamblang untuk menjelaskan sebuah foto sehingga orang yang melihatnya bisa mengerti.

Tetapi bila kita kebetulan bisa merekam rangkaian peristiwa dalam beberapa foto, kita dapat meminimalkan kebutuhan kata-kata penyerta -- bahkan dalam beberapa hal teks penyerta tidak lagi perlu.

Berikut ini contohnya.

Note: Teks penyerta dibutuhkan pada awal rangkaian foto dan untuk menjelaskan "loncatan" rangkaian peristiwa yang tertangkap dalam rangkaian foto.


Seorang pengemudi sepeda motor menerobos celah pada median karena merasa putaran balik resmi di depannya masih terlalu jauh. Dia tidak peduli bahwa jalan pintas yang digunakannya itu berbahya bagi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

=====


Pengemudi lain yang melihat tindakan itu terinspirasi untuk meniru kecerobohan tersebut.

=====



=====


Pengemudi sepeda motor lain yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak sempat menghindar sehingga tabrakan terjadi. Setelah berhasil menguasai sepeda motor sehingga tidak jatuh, dengan menepi di median, dia mendatangi si pemutar jalan ilegal.

=====


Perdebatan terjadi karena kedua belah pihak sama-sama merasa tidak bersalah.

=====


Seorang polisi lalu lintas mendatangi lokasi, menyuruh mereka menepi, lalu berusaha memediasi sengketa tersebut.

=====


Karena belum tercapai kesepakatan, petugas mengambil surat-surat kedua belah pihak dan meminta mereka menyusulnya ke pos jaga.

===============================================

Tapi sebenarnya pelanggaran lalu lintas seperti itu tidak bisa diselesaikan dengan jalan damai dan kekeluargaan. Penyelesaian seperti itu belum tentu memunculkan efek jera. Sudah seharusnya pelanggaran lalu lintas -- yang adalah pengabaian disiplin berkendara -- diberi hukuman yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Justru kebiasaan penyelesaian dengan jalan damai ini menyulitkan edukasi pada pengemudi dan para pengguna jalan raya untuk berdisiplin lalu lintas.

Kesimpulan #1: Fotografi itu menarik. Usahakan selalu siap dimanapun dengan sebuah kamera! Momen yang sama tidak terjadi dua kali.

Kesimpulan #2: Seandainya berkendaraan, selalu bawa uang lebih untuk "damai" di jalan bisa terjadi kecelakan seperti ini (tidak ada cedera serius yang membutuhkan perawatan medis juga tidak memakan korban jiwa).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar