Sabtu, 31 Januari 2009

Buat Apa Kau Pakai?

Tadi malam aku sempat chat dengan seorang teman yang memakai Mac dan kemudian mengunduh iLife. Karena aku tak tahu jadi aku tanya, seperti gaya biasaku yang menanyakan dengan tujuan untuk menyanggah -- some people have a name for this habit: SMART ASS.

Dia bilang sedang mengunduh iLife, sebuah aplikasi yang terintegrasi dengan operating system-nya, yang membuat BANYAK ORANG beralik ke Mac. Lalu mulailah dia mempromosikan buah itu.

Kutipan penjelasannya: "iLife itu suite program yang memenuhi kebutuhan (fun) hidup dalam berkomputasi dan berkreasi, suite yang saling terintegrasi antara iPhoto (photo creative apps), iMovie (movie creative apps), iDVD (dvd creative apps), GarageBand (music creative apps), iTunes (music movie photo management apss)! Cukup satu suite untuk semua kebutuhan!"

Ya ya ya...

Lalu aku tanya: BUAT APA KAU PAKAI? Katamu, iPhoto tak sesempurna Photoshop. Kau tak butuh bikin movie dari slideshow foto-fotomu. Kau tak bikin DVD. Kau tak bermain musik. Kau hanya butuh iTunes. Lalu kenapa harus iLife?

Untuk editan sederhana ada Picasa. Untuk management photo dan movie di media penyimpanan (dan di network) ada Picasa. Untuk buat movie dari kumpulan foto, ada Picasa. Dan Picasa GRATIS alias FREE. Sementara kau download dan pakai iLife harus BAYAR!

Katanya: "Enggak kok. Kalau beli Mac baru, iLife ini sudah terintegrasi ke OS dan included."

[D'oh, artinya kau harus beli Mac baru kalau mau iLife yang tak kena usage time limitation! Itu taktik dagang, man!]

Katanya: "Windows mana ada suite begitu."

[MANA ADA suite berkemampuan begitu dan multifitur yang GRATIS dari awal. There's always a catch! It's called computer businesss!]

Kemudian dia bilang saking bagusnya iPhoto yang terintegrasi dengan iLife, dia bisa tag beberapa foto saja lalu sisanya dikerjakan otomatis dengan face recognition software lalu dengan beberapa klik langsung diunggah ke Facebook (terintegrasi!) otomatis. Selesai dalam dua jam! TIGA RATUS buah foto!

[Crap. Picasa juga punya kemampuan face recognition. DAN PICASA GRATIS. Oke memang sistem pengenalan wajahnya belum sempurna dan aku tak tahu apakah bisa langsung unggah ke Facebook. Aku sih pakai picasaweb.com dari google. And it's FREE, right from the start. TAPI ADA BERAPA ORANG DI MUKA BUMI YANG MAU UNGGAH RATUSAN FOTO SEKALIGUS KE PROFILE FACEBOOKNYA? Hanya satu orang temanku itu yang aku tahu.]

Sekali lagi, aku sanggah: Tetap aku belum menemukan justifikasi memadai untuk non-Mac user beralih ke Mac hanya karena iLife.

Lalu mulai ke masalah software resmi dan legal. Di OS Windows mungkin suite dengan kemampuan serupa bisa setidaknya USD 500.00

Lalu balik ke iDVD terintegrasi untuk jual produk ke iTunes. Dari iPhoto bikin slideshow di iMovie lalu ubah pakai iDVD dan unggah ke iTunes untuk dibeli orang lain.

Hmm... Okay. Aku mulai cape menyanggah argumennya. Soalnya aku memulai bertanya hanya untuk menyanggah saja. Tapi dia mulai serius dan sebagai fanatik Mac, seperti juga fanatik lainnya, sangat gampang menyeberangi batas bercanda menjadi menyakiti perasaan.

Jadi aku menyerah dan menyetujui argumennya sajalah.

At least, for the time being.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar