Jumat, 13 Februari 2009

Awali Dari Bawah

Siapa sih yang sekarang ini tidak bisa lepas dari alas kaki yang disebut sepatu? Siapa pula yang bisa menyangkal bahwa sepatu tidak berguna? Ya memang kalau sehari-harinya memakai sandal, setidaknya orang-orang di kota dan di desa wajar menggunakan sepatu. Setidaknya orang kebanyakan memiliki minimal satu pasang sepatu. Aku sendiri memiliki setidaknya dua pasang boots; dua pasang keds; dua pasang sneakers; total: enam pasang.

Padahal aku cuma memiliki sepasang kaki -- yang artinya dalam satu waktu yang sama aku cuma bisa memakai sepasang sepatu. Konsumtif? Tidak juga. Setidaknya aku tidak menilai diriku konsumtif dalam hal persepatuan.

Namun bukan itu yang ingin kubahas kali ini.

Harus kita akui kalau sekarang ini sepatu telah berkembang menjadi industri yang penting bagi kita. Ada banyak produsen merk luar negeri membuat produk sepatunya di Indonesia. Saking pentingnya sepatu, sesuatu yang sehari-hari berada di bawah dan kadang kita lupakan (kecuali kalau kita menginjak "ranjau darat") , bahkan seorang menteri pun ikut mengurus sepatu. Yap, maksudku adalah Menteri Perindustrian yang sekarang ini. 

Trend yang hendak diterapkan pemerintah kita kali ini sepertinya adalah anjuran (atau keharusan?) untuk menggunakan produksi dalam negeri dengan memulai dari bawah. Benar-benar dimulai dari bawah. Dimulai dari memakai sepatu buatan dalam negeri.

Sejak dari beberapa waktu yang lalu kali ini pemerintah berusaha menggerakkan perekonomian kita dengan cara yang terkadang membuatku bertanya-tanya: Adakah strategi pemerintah ataukah hanya sekedar taktik yang berubah-ubah dengan pertimbangan kepentingan jangka pendek?

Entahlah.

Tapi imbauan/peraturan ini menarik: Memulai mencintai produksi dalam negeri dengan diawali dari bawah. Dari kaki. Dimulai dari sepatu.

Menggunakan sepatu buatan dalam negeri digambarkan seakan-akan sebagai nasionalisme dan patriotisme yang membuatku ingin tertawa. Setidaknya aku sebagai seorang warga negara Republik Indonesia, bukannya tidak ingin menggunakan sepatu produksi dalam negeri. Hanya saja sebagai seorang konsumen, tentunya aku ingin membelanjakan uangku pribadi untuk membeli produk dengan kualitas yang memadai yang terjangkau!

Aku mendukung ajakan yang ini: Menggunakan produksi dalam negeri.

Aku cuma ingin memberi catatan kecil: Pastikan produknya berkualitas dengan harga yang terjangkau!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar