CMIIW, setahuku cara memastikan seorang (atau seekor) mamalia terkena rabies hanyalah dengan memeriksa jaringan syarafnya, dalam hal ini dengan mengambil sampel otak.
Lalu bagaimana caranya Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang bisa memastikan kalau anjing dan kucing yang mereka periksa dinyatakn negatif rabies pada saat itu? Memangnya mereka membelah tengkorak para hewan itu lalu mengambil sampel otak (the definitive way) atau sekedar memeriksa ciri-ciri fisiologis yang terlihat dari luar saja? Dalam hal ini misalnya air liur yang terus-menerus menetes?
Lalu kalau tak ada tanda-tanda itu, memangnya negatif? Siapa yang tahu kalau sebenarnya saat itu virus sedang dalam "masa pertumbuhan"?
Lalu apakah binatang-binatang itu divaksinasi? Tak ada dijelaskan di artikel tersebut. Artinya mungkin saja memberikan sense of false security.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar