Selasa, 08 Desember 2009

Rokok Yang Aman

Ini menarik, mengutip dari artikel koran Tribun Jabar hari Senin, 7 Desembar 2009, halaman 10.

= = = = = = =

Proses Produksi Disertai Doa
(Para Kiai Launching Rokok Buatan Sendiri)

Sebuah produk rokok buatan santri di Malang, Jatim, launching pemasaran di pondok pesantren (pontren) besar Kota Tasikmalaya, Pontren Silalaltul Huda, Jalan Paseh, Minggu (6/12). Rokok bermerk Zid Plus (ZP) ini diklaim sebagai rokok hikmat.
Launching dilakukan di Tasikmalaya, karena daerah ini dikenal sebagai gudangnya pontren, kiai, ajengan dan santri. Rokok ZP tidak mengandung bahan kimia. Semua bahannya dari bahan herbal serta setiap proses pembuatannya, diberi doa secara khusus untuk kesehatan pemakainya.

Selain diklaim bisa menyehatkan badan, juga pada setiap keuntungan penjualan rokok akan disisihkan sebesar 10 persen untuk kepentingan syiar Islam. Hadir pada launching itu, pimpinan Pontren Silalatul Huda KH Aminudin, pimpinan Perusahaan Rokok ZP H Muhammad Khirzuddin, sejumlah kiai dan ajengan serta puluhan santri.

Pimpinan ZP mengatakan, setelah launching di Pontren Silalatul Huda, jajaran armada pemasaran akan langsung bergerak. Tahap awal adalah mengirim produk ke pontren-pontren di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang menyatakan siap bekerjasama dalam hal pemasaran.

Pengambilan 10 persen dari keuntungan penjualan, bisa dilakukan pontren atau lembaga lain untuk diberikan kepada orang atau lembaga yang membutuhkan. Utamanya untuk biaya pendidikan dan infak kepada fakir miskin. Karena itu peran pembukuan sangat penting untuk mengetahui total keuntungan dan berapa yang disisihkan untuk infak.

"Saya optimistis rokok ini akan laku di kalangan pontren dan pasar umum karena walau berguna untuk kesehatan namun harganya jauh lebih murah ketimbang rokok biasa," ujar H Didin, panggilan akrab Pimpinan ZP, jebolan sebuah pontren terkenal di Malang. Untuk rokok kretek misalnya dijual hanya dengan harga RP 3.250 per bungkus isi 12 batang.

Sementara Pimpinan Pontren Silalatul Huda KH Aminudin mengatakan sepanjang produk ini maslahatnya lebih besar untuk dipasarkan. "Diharapkan juga bisa meningkatkan ekonomi umat," ujarnya.



Inset Box: "Baca Basmalah Sebelum Merokok"
Uniknya, tolok ukur bahwa rokok ini aman untuk kesehatan dan bahkan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, bukan dari hasil tes laboratorium. Tapi berdasar keyakinan jajaran ustad yang turut terlibat dalam pembuatan rokok herbal ini. Setiap tahapan pembuatan rokok selalu diberi doa.

"Doa demi doa inilah yang menjadi kekuatan hikmah yang terkandung dalam rokok. Makanya sebelum merokok, disarankan membaca basmalah sambil di dalam hati berharap penyakit yang diderita bisa sembuh. Nas doa Insya Allah akan sampai. jadi kami memandang tidak perlu lagi ada tes medis," jelas H Didin.

Pimpinan Pontren Silalatul Huda KH Aminudin mengatakan, terkait dengan hukum merokok diakuinya masih belum ada hukum kuat. "Khusus untuk produk rokok herbal ini, malah saya memandang maslahatnya akan jauh lebih banyak ketimbang mudaratnya. Karenanya, saya sendiri akan mencoba turut mengembangkan usaha ini," ujarnya.

Menurut KH Aminudin, jika dikelola dengan baik perusahaan rokok ZOd akan bisa meraih posisi berskala nasional. Pasalnya, rokok ini diproduksi dengan menggunakan pendekatan-pendekatan agama sehingga akan menarik minat umat untuk menggunakan rokok ini sebagai rokok sehari-hari.

"Lebih jauh juka sukses dikelola dna menjadi perusahaan rokok nasional, dipastikan akan turut mendongkrak ekonomi umat. Penyisihan sebesar 10 persen dari keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan, tentu saja nominalnya akan sangat besar. Itu tentu saja akan memberikan kontribusi bagi ekonomi umat," paparnya, sembari mengimbau umat Islam mulai melirik produk-produk yang berbasis agama.


= = = = = = =

Menurutmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar