Jumat, 22 Januari 2010

Sampaikah Doaku?

Artikel aslinya bisa dibaca di sini.

Dengan GPS dan dipermudah Google Earth-lah, posisi Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi, kini dengan mudahnya dijejak. Seperti ditunjukkan dari Goole Earth, koordinat letak Ka’bah adalah 21º 25′ 21.05” Lintang Utara dan 39º 49’ 34.31” Bujur Timur. Koordinat inilah yang memudahkan untuk melihat apakah posisi kiblat masjid yang ada di Indonesia sekarang ini melenceng atau tidak.


Aku jadi teringat tentang ketidakpercayaan orang saat tempat ibadah yang didirikannya dinyatakan meleset dari kiblat yang seharusnya. Apalagi bila kemudian umat merasakan khawatir bahwa selama ini ibadahnya di tempat tersebut, karena arahnya tidak tepat, menjadi tidak sampai kepada Yang Maha Kuasa. Penolakan penilaian dan pernyataan kalau tempat ibadah mereka melenceng kiblatnya menjadi kuat justru karena dengan demikian teknik yang dimiliki dan digunakan para pendiri tempat ibadat itu ternyata belum tepat benar! Ditambah lagi, pengakuan akan kiblat yang melenceng itu bisa mengganggu ketenangan beribadat umat atau malah dirasakan menyinggung ketokohan figur-figur tertentu dalam kelompok masyarakat. Artinya, ada potensi gesekan horizontal.

Urusan kepercayaan memang sangat sensitif di Indonesia apalagi bila sampai dikait-kaitkan dengan harga diri dan martabat keluarga tertentu. Sayang sekali. Menurutku, bila memang ada kiblat yang kurang tepat, cukup dengan menggeser alas sholat ke kiblat yang tepat ke Ka'bah saja (suatu cara yang dianggap menggampangkan semua hal). Menurutku lagi, urusan doa-doa yang kita panjatkan kepada Sang Pencipta adalah urusan pribadi kita dengan Tuhan dan aku yakin, dimanapun kita berada, ke arah manapun kita menghadap, Dia mendengarkan doa-doa kita.

Dengan tidak meyakini dan mengkhawatirkan bahwa doa dan permintaan kita sampai kepada-Nya, lalu dari siapa lagi berkah dan keberuntungan yang kita terima selama ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar