Sabtu, 19 September 2009

Ritual (Belanja) Tahunan

Setiap tahunnya selalu saja terjadi kegiatan belanja besar-besaran pada saat menjelang hari besar keagamaan -- setidaknya beberapa agama yang kutahu dan yang diakui oleh pemerintah di Indonesia. Aktivitas ini tentu saja dipandang sebagai kesempatan besar bagi para penjual produk untuk berusaha mati-matian menarik perhatian para (calon) konsumen membelanjakan uangnya pada produk barang dan jasa.

Tidak ada yang unik dari hal ini karena kebiasaan berbelanja besar-besaran ini terjadi di banyak negara di seluruh planet. Hanya saja kegiatan ini membuat seorang casual buyer seperti saya yang hendak membeli beberapa barang kebutuhan sehari-hari menjadi harus mengantri lebih lama sebelum dilayani di kasir -- suatu keadaan yang menjengkelkan -- tetapi harus dimaklumi karena mau bagaimana lagi?


Begitu ramainya orang yang berbelanja mengakibatkan antrian panjang di tiap kasir meskipun semua jalur pembayaran dibuka.



Ada begitu banyak orang malam itu, suatu pemandangan yang jarang terjadi di tempatku biasa berbelanja.



Setidaknya keramaian ini mengingatkanku pada keramaian tiap tanggal muda dimana banyak keluarga melakukan belanja bulanan. Sebuah momen yang selalu kuhindari dengan sengaja tidak datang ke tempat itu atau tempat lain yang sejenis karena keramaian berbelanja membuat aktivitas itu sendiri menjadi tidak nyaman.



Kasir yang bertugas ketika kutanyakan soal kondisi ramai seperti ini memberitahuku kalau jam kerja mereka bertambah panjang -- bisa sampai tengah malam -- karena ada begitu banyak orang datang untuk melakukan last-minute shopping.



Yah, karena tak ada lagi yang bisa kulakukan untuk membuatnya tidak terlalu merasa "tertekan" maka aku mengucapkan selamat melaksanakan tugas saja kepada kasir tersebut.



Bahkan jalan keluar gedung dan menuju parkiran saja masih dipenuhi orang yang menunggu.

Kesimpulan dari semua ini? Do your shopping early.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar