Jumat, 05 Agustus 2011

Berbeda Dan Merdeka 100%

Aku tidak yakin ada banyak orang yang memahami arti mendalam dari Berbeda dan Merdeka 100% yang grafitti-nya bisa kita lihat di beberapa daerah di Jakarta.

Aku tidak yakin pemerintah yang sekarang memahami keinginan untuk bisa Berbeda dan Merdeka 100% yang sebenarnya bentuk dari kebhinekaan yang ada di lambang negara kita.

Aku heran kenapa menjadi beragama, menjalankan ibadah yang benar adalah dengan melarang orang lain menjalankan ibadah.

Membenci, melarang, mengganggu, membakar, merusak. Seperti itukah iman seorang yang taat kepada Tuhan?

Saking lemahnya pemerintahan sekarang, di mana-mana bisa terjadi diskriminasi berdasarkan SARA. Kekerasan terkait SARA. Dibiarkan saja, didiamkan saja, pemerintah yang sekarang sangat lemah pada kelompok-kelompok tertentu. Penegak hukum ciut berhadapan dengan orang-orang yang membawa balok kayu dan melanggar hukum.

Presiden Yudhoyono sebagai sumber petaka ini. Beliau diam saja ketika banyak yang tersakiti. Baru akan tampil bicara bila merasa pribadinya atau keluarganya diserang. Menyedihkan sekali melihat seorang yang pernah begitu diharapkan membawa perbaikan bagi Indonesia tereduksi menjadi seorang yang hanya mampu menyampaikan rasa prihatin tanpa mampu memberikan solusi atau bertindak tegas ketika dibutuhkan.

Kalau memang kita belum Berbeda dan Merdeka 100% sekarang, semoga secepatnya tahun 2014 datang. Kita tak butuh seorang Presiden Yudhoyono lagi dan tak usah mempercayai siapapun yang di-endorse oleh beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar