Selasa, 28 April 2009

Mano Who?

Kebiasaan bangun pagi nyalain televisi.

Sekarang yang lagi banyak muncul di infotainment adalah tentang Manohara.

Mano who?

Sebenarnya cukup menggelitik. Ada persamaan "kasus" yang satu ini dengan kasus lainnya yang terjadi di wilayah Semarang.

Yup, Syech Puji. Masih ingat?

Outline:

Ada perempuan (yang dianggap) cantik masih dibawah umur.
Ada laki-laki yang jauh lebih tua tapi (dikabarkan) kaya raya (dan/atau berkedudukan terhormat).
Ada orangtua yang menyetujui terjadinya pernikahan antara si perempuan dan si laki-laki.
Ada (dugaan) motif insentif ekonomi sehingga pernikahan disetujui orangtua perempuan.

Jadi tentu saja aku merasa sulit untuk merasa iba pada airmata seorang ibu dan kakak perempuan dari Manohara. Aku bisa mengomentari lebih sinis lagi, tapi lebih baik kuhentikan dulu di sini.

Paling cuma bisa kuteruskan sebuah pesan dari orang bijak:

Kalau sudah memilih, terimalah konsekuensinya. Kalau pahit, pelajari dan jangan ulangi. Kalau manis, mungkin bisa diulangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar