Rabu, 30 Juni 2010

Tidak Menjawab Substansi

Bukankah ini menyenangkan?

Bayangkan saja, seorang Brigadir Jendral di Kepolisian Republik Indonesia menjawab laporan investigasi majalah Tempo dengan hanya mempersoalkan cover depan majalah tersebut tetapi tidak mengomentari soal substansi isi laporan utama yang dijadikan cover tersebut.

Ridiculous AND suspicious.

Bukannya menyatakan hal yang membuat rasa keadilan masyarakat terbantu, seperti: "Kami akan segera mengusut hal ini," malah berusaha menggambarkan para aparat penegak hukum (ha!) sebagai korban ketidakadilan dan prasangka.

Menurutku ini malah menyedihkan karena hanya mempersoalkan citra tanpa mengakui bahwa ada hal yang sepertinya salah dan perlu dikoreksi.

Sekarang bagaimana negara ini bisa diharapkan menjadi bersih dari korupsi dan the so-called mafia hukum?

Rabu, 23 Juni 2010

Si Ikan Paus Yang Menyusahkan

Ada berapa banyak dari kalian yang menggunakan layanan micro-blogging bernama twitter?

Sadarkah pada saat seperti sekarang ini ketika BANYAK perhatian penduduk dunia tertuju pada suatu peristiwa, atau rentetan acara, yang kita semua kenal dan tahu, apalagi sebagai penduduk di Indonesia: Piala Dunia 2010.

Kaitannya twitter dengan Piala Dunia 2010 apa kalau begitu?


Tiap kali ada pertandingan antara dua kesebelasan yang memiliki banyak penonton atau menyedot perhatian penduduk bumi yang kebetulan juga memiliki akun di twitter, sudah dapat diyakini akan kemunculan si ikan paus yang menyusahkan server twitter! Selalu saja muncul pesan "Twitter is over capacity." karena semua orang sibuk me-tweet opininya atau kata-katanya sendiri atau malah saling berbalasan.

Seperti ketika Slovenia vs. Inggris dan Amerika Serikat vs. Aljazair yang hasilnya dimenangi oleh Inggris dan Amerika Serikat sehingga kedua tim tersebut lolos ke babak berikutnya. Langsung saja twitter mengalami si ikan paus itu lagi.

Ada banyak pengguna layanan micro-blogging ini dan biarpun hampir selalu tak ada masalah berarti dalam penggunaan layanan ini, tetap saja terasa mengganggu kalau si ikan paus muncul pada saat kita ingin meluapkan perasaan kita dalam 140 karakter atau lebih pendek, tetapi server twitter mengalami overload.

Apakah ini berarti tim twitter kurang perhatian? Tidak juga. Apakah mereka tidak berusaha meningkatkan kapasitas server? Kurasa sudah. Buktinya frekuensi gangguan seperti ini yang kualami langsung justru makin berkurang. Memang masih ada tetapi tak sesering yang pernah kuingat dulu.

Ada perbaikan layanan itu sudah baik. Apalagi bila pengguna dan sekaligus pengembang twitter berusaha membuat program yang menarik untuk disiarkan kepada masyarakat luas.

Baiklah, mari kita kembali me-tweet!